Sunday, April 1, 2012

Wayang Kulit Banjar

Sejarah

Masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan , telah mengenal pertunjukan wayang kulit sekitar awal abad ke-XIV. Pernyataan ini diperkuat karena pada kisaran tahun 1300 sampai dengan 1400, dimana Kerajaan Majapahit telah menguasai sebagian wilayah Kalimantan (Tjilik Riwut, 1993), dan membawa serta menyebarkan pengaruh agama Hindu dengan jalan pertunjukan wayang kulit.
Konon pasukan Majapahit yang dipimpin oleh Andayaningrat membawa serta seorang dalang wayang kulit bernama R. Sakar Sungsang lengkap dengan pengrawitnya, pegelaran langsung ( sesuai pakem tradisi Jawa ) yang dimainkannya kurang dapat dinikmati oleh masyarakat Banjar, karena lebih banyak menggunakan repertoar dan ideom-ideom jawa, yang sulit untuk dimengerti masyarakat setempat.Dalang-dalang wayang kulit yang mencapai puncak kejayaan dan melegenda antara lain almarhum Ki Narto Sabdo (Semarang), almarhum Ki Surono (Banjarnegara), almarhum Ki Hadi Sugito (Kulonprogo, Jogjakarta), Ki Anom Suroto, Ki Mantep Sudarsono, Ki Enthus Susmono. Sedangkan Pesinden yang legendaris adalah almarhumah Nyi Tjondrolukito.

Wayang Orang


Wayang orang disebut juga dengan istilah wayang wong (bahasa Jawa) adalah wayang yang dimainkan dengan menggunakan orang sebagai tokoh dalam cerita wayang tersebut. Wayang orang diciptakan oleh Sultan Hamangkurat I pada tahun 1731.

Friday, March 30, 2012

Wayang Potehi



Wayang Potehi merupakan salah satu jenis wayang khas Tionghoa yang berasal dari Cina bagian selatan. Kesenian ini dibawa oleh perantau etnis Tionghoa ke berbagai wilayah Nusantara pada masa lampau dan telah menjadi salah satu jenis kesenian tradisional Indonesia.

Thursday, March 29, 2012

Wayang Jemblung

Kesenian Jemblung menurut gotek berawal dari salah satu tradisi orang Banyumas pada saat sepasaran bayi (selamatan yang dilakukan pada saat bayi berumur lima hari) mengadakan suatu acara yang disebut macanan atau macapatan yang kemudian biasa disebut muyen (berasal dari istilah kata nemu bayi). Acara ini berupa pembacaan tembang-tembang macapat oleh beberapa orang yang bertujuan untuk membuat suasana tempat hajatan menjadi hangat. Di samping itu kemudian masyarakat menggunakan momen ini sebagai ungkapan rasa syukur dan berdoa agar bayi yang baru lahir tumbuh menjadi anak yang berbudi pekerti luhur, berguna bagi bangsa, negara, dan agama (mampu menjadi kalifatullah paneteg panatanagara dan kalifatullah paneteg panatagama).

Tuesday, March 27, 2012

Wayang Golek Sunda


       Wayang
Golek adalah salah satu bentuk seni pertunjukan yang tumbuh dan berkembang di daerah Jawa Barat. Daerah penyebarannya terbentang luas dari Cirebon di sebelah timur sampai wilayah Banten di sebelah barat, bahkan di daerah Jawa Tengah yang berbatasan dengan Jawa Barat sering pula dipertunjukkan pergelaran Wayang Golek.