Wayang beber adalah seni wayang yang muncul dan berkembang di Jawa pada masa
pra Islam dan masih berkembang di daerah daerah tertentu di Pulau
Jawa. Dinamakan wayang beber karena berupa lembaran-lembaran
(beberan) yang dibentuk menjadi tokoh-tokoh dalam cerita wayang, baik
Mahabharata maupun Ramayana.
Showing posts with label Mahabharata. Show all posts
Showing posts with label Mahabharata. Show all posts
Tuesday, March 27, 2012
Sunday, March 18, 2012
Wayang Kulit
Wayang
kulit
adalah seni tradisional Indonesia yang (terutama) berkembang di Jawa.
Wayang berasal dari kata Ma
Hyang
artinya menuju kepada Yang Maha Esa. Wayang kulit dimainkan oleh
seorang dalang
yang
juga menjadi narator dialog tokoh-tokoh wayang, dengan diiringi oleh
musik gamelan
yang
dimainkan sekelompok nayaga
dan
tembang
yang
dinyanyikan oleh para pesinden.
Dalang
memainkan wayang kulit di balik kelir,
yaitu layar yang terbuat dari kain putih, sementara di belakangnya
disorotkan lampu listrik atau lampu minyak (blencong),
sehingga para penonton yang berada di sisi lain dari layar dapat
melihat bayangan wayang yang jatuh ke kelir. Untuk dapat memahami
cerita
Label:
dalang,
kelir,
Mahabharata,
Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity,
Ramayana,
seni,
seni tradisional,
sinden,
tradisional,
UNESCO,
wayang,
Wayang Golek,
wayang kulit
Subscribe to:
Posts (Atom)
